Media Informasi baru

Blibli
News Update :
Blibli

Pages

Labels

Powered by Blogger.

Popular Posts

Blog Archive

PPC Iklan Blogger Indonesia
Showing posts with label CINTA. Show all posts
Showing posts with label CINTA. Show all posts

Tipe Wanita Seperti Apa yang Paling Diidamkan Pria?

Wednesday, September 4, 2013







Ketika bicara tentang wanita idaman, ada satu wanita yang mungkin akan tampil menonjol dan Anda anggap sebagai “tipe Anda.”

Tidak, saya tidak berbicara tentang Kate Upton (semua pria pasti mengidamkan tipe seperti itu, bukan?) — yang saya maksud adalah ibu Anda.

Sebuah studi terbaru di Finlandia yang dipublikasikan di “Evolutionary Psychology” membandingkan fitur wajah pasangan setiap orang dengan fitur orangtua lawan jenis. Para peneliti menemukan bahwa pria lebih mungkin menikahi wanita yang terlihat seperti ibu mereka dibandingkan dengan wanita yang menikah dengan pria yang mirip ayah mereka.

Secara alami, hal tersebut juga membuat ibu menjadi semacam model bagi calon pasangan sang pria.

Namun apakah ketertarikan semacam ini lebih dalam daripada sekadar kemiripan fisik? Hubungan seperti apa yang membuat Anda mengalami masalah ketika mengencani orang yang mirip dengan ibu atau membuat Anda merasa mengidap Oedipus Complex? Mari cari tahu.

Tanda-tanda Anda berkencan dengan seseorang yang mirip ibu Anda

Tentu saja, jika seseorang mirip dengan ibu Anda, Anda akan mengetahui (atau jika Anda tidak tahu, maka

Cara Mengembangkan Karier di 2013

Wednesday, August 28, 2013

 By Woman s Day | Secrets to Your Success 


Pekerjaan yang lebih baik tidak saja akan memberi pendapatan lebih, tapi juga kesehatan. "Jika Anda menyukai pekerjaan Anda, maka Anda seolah punya lima hari tambahan setiap pekan," kata Devora Zack, penulis “Networking for People Who Hate Networking”. Terapkan langkah berikut, dan Anda akan menikmati waktu Anda di kantor, tidak peduli berapa lama waktu kerja Anda.

1. Jaringan, jaringan, jaringan.
Ini bukan hanya untuk para penganggur. "Jaringan adalah kunci membuka kesempatan," kata Holly Paul, bos rekrutmen di PricewaterhouseCoopers. Manfaat memiliki jaringan: mengetahui peluang baru yang menarik minat Anda dan menemui orang-orang yang dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan. 

Jadi bagaimana Anda melakukannya? Apa saja, tapi Zack merekomendasikan untuk mengundang satu atau dua rekannya yang tidak bekerja satu tim dengan Anda untuk minum kopi atau makan siang dan belajar tentang pekerjaan mereka.

2. Hindari gosip.

Bahkan jika Anda mengetahui kalau kepala departemen iklan mengenakan gaun paling jelek sedunia atau Anda menduga pria di ruang surat itu mengencani wanita di sudut kantor, simpan semuanya untuk diri sendiri. “Mengetahui hal itu bukan berarti Anda harus mengatakannya kepada orang lain," kata Shawnice Meador, direktur Career Management and Leadership Development di University of North Carolina's Kenan-Flagler School of Business di Chapel Hill. 

"Jika Anda bukan bagian dari solusi, maka Anda adalah bagian dari masalah, dan itu buruk bagi karier dan kesehatan mental Anda," kata Lynne Sarikas, Direktur Northeastern University's MBA Career Center di Boston. Itu karena gosip dapat menyebabkan Anda dianggap kurang dapat dipercaya oleh rekan kerja. Sebaliknya, katakan pujian ketika merasa tergoda untuk berbuat negatif atau ingin menyampaikan gosip.

3. Perbaharui resume Anda.
Membuat perubahan pada CV dapat menjadi bagian latihan penilaian diri yang sangat tepat dilakukan pada awal tahun baru. "Mendokumentasikan prestasi membuat Anda merasa lebih baik dengan apa yang telah Anda lakukan," kata Paul. "Dan tahun-tahun berlalu dengan cepat, sehingga siapkan stok lebih awal daripada nani-nanti." 

Anda dapat secara terpisah membuat daftar hal-hal yang tidak bisa dan ingin dilakukan pada akhir tahun. Dengan meninjau resume Anda setiap bulan, akan membuat Anda dengan cepat mengingat keberhasilan dan mendukung prestasi itu secara spesifik di atas kertas.

4. Pertimbangkan soal perubahan.
Jika Anda tidak bahagia, mungkin sudah saatnya untuk membuat perubahan — internal maupun eksternal. Saran Zack: Buat daftar tentang apa yang ingin Anda mulai, hentikan dan lanjutkan. Kemudian, Anda dapat secara aktif bekerja mengubah tempat kerja atau tanggung jawab. 

Namun manfaatkan peluang yang menggabungkan gairah dengan kekuatan Anda, ujar Amanda Agustinus, Job Search Expert for TheLadders. "Mungkin sedikit terlambat untuk menjadi balerina primadona, tapi bukan berarti Anda tidak dapat memanfaatkan keterampilan dan pengalaman yang ada dalam industri tari."

5. Terus gali wawasan Anda.

Sebagian besar organisasi memiliki panel diskusi online dan kelompok pengembangan keahlian, jadi cobalah ikut ambil bagian dan temukan hal-hal baru, orang-orang baru dan bahkan mungkin peluang baru. Terus belajar akan membantu Anda menjadi seorang ahli di bidangnya. 

Bahkan bekerja dengan organisasi nirlaba dan magang yang tidak dibayar memungkinkan Anda mengembangkan dan meningkatkan keterampilan, kata Sarikas. Tidak punya waktu atau uang untuk melakukannya secara rutin? Zack menyarankan agar Anda menghadiri beberapa seminar gratis sepanjang tahun.

6. Katakan, "terima kasih."
Tahun ini, luangkan waktu untuk mengenali orang-orang yang membuat pekerjaan Anda lebih mudah dan telah membantu Anda menemukan sukses dalam karier. Terkadang kita lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih, tapi "orang-orang menghargai jika mereka dihargai," kata Zack. 

Dia mengatakan bahwa dengan membuat ucapan terima kasih tertulis sangat dihargai, sehingga cobalah menyimpan notes di meja Anda dan tulis tangan setiap bulan atau lebih. Entah Anda berterimakasih kepada seseorang atas waktu yang mereka berikan atau berhubungan kembali dengan seseorang yang dulu pernah memberikan dukungannya, terangkan dengan spesifik dan jelas tentang apa yang mereka lakukan dan bagaimana bantuan mereka berguna bagi Anda.

7. Ceritakan tujuan Anda.
Anda tidak bisa berkembang dalam perusahaan jika tidak berbagi aspirasi dengan atasan. Tinjauan tahunan adalah waktu yang tepat agar aspirasi Anda tersampaikan, kata Agustinus. Kembangkan rencana pertumbuhan dengan manajer. "Sepakati harapan kerja terukur dan spesifik serta pastikan untuk melakukan pertemuan secara rutin untuk membahas arah karier yang ingin Anda tempuh," kata Meador.

8. Menjadi mentor.
Berbagi apa yang Anda pelajari sepanjang karier dapat memberikan manfaat, sehingga tahun ini, temui seseorang yang baru memulai, yang dapat Anda bimbing secara profesional. "Membantu mereka akan membuat Anda merasa lebih baik, dan Anda akan membuat diri sendiri lebih bertanggung jawab untuk menjadi panutan yang positif," kata Sarikas. 

Lakukan setidaknya sekali dalam sebulan dan gunakan pengalaman Anda agar membuat pekerjaan mereka berhasil dan memberikan tantangan.

9. Menjaga (atau menjelajahi) keseimbangan kehidupan dan kerja.
Berniatlah untuk membuat perubahan agar membawa keselarasan yang lebih baik, kata Sarikas. Dia menyarankan kencan malam rutin yang terjadwal dengan pasangan dan menyiapkan malam tertentu dalam sepekan untuk makan malam keluarga atau menonton film sendiri. Anda juga bisa menjelajahi jadwal kerja yang lebih fleksibel (bekerja dari rumah pada satu kesempatan, datang lebih awal untuk pulang lebih awal), kata Agustinus, tetapi pastikan untuk "melakukan penelitian dan mengembangkan sebuah proposal untuk didiskusikan dengan manajer Anda." Dia mungkin bisa menyetujuinya: Jauhi diri dari meja kerja untuk melakukan hal yang memberikan energi dan akan meningkatkan efisiensi harian Anda.

10. Jatuh cinta lagi dengan apa yang Anda lakukan.

Merupakan hal yang umum saat pekerjaan Anda tidak menarik lagi setelah beberapa saat, tetapi Anda harus "mengenali kapan itu terjadi dan putuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya," kata Agustinus. 

Tentukan masalah dan selesaikan dengan manajer Anda atau buatlah perubahan yang serius. Sebelum Anda membuat gerakan tiba-tiba, Agustinus menyarankan agar menjelajahi akar masalah selama beberapa pekan. Sarikas menyarankan agar mengingat alasan Anda mengambil pekerjaan itu. "Nikmati apa yang Anda sukai dalam pekerjaan," katanya. "Jika Anda jatuh cinta kembali dengan pekerjaan, Anda akan lebih produktif dan sukses."


Sumber :

Mungkinkah Dia bahagia selama ini?

Friday, August 23, 2013

Anda mungkin jarang melihat pasangan suami istri benar-benar damai satu sama lain. Jika Anda ingin melihat pasangan bahagia ketika menikah dengan Anda, ada beberapa tanda yang harus cermat Anda perhatikan.
Berikut ini beberapa tanda yang akan membantu Anda menentukan apakah pasangan Anda bahagia atau tidak setelah menikah yang dikutip dari Boldsky, Senin (30/7).
Benar-benar damai

Tanda paling ampuh kebahagiaan dalam perkawinan adalah rasa aman. Ketika pasangan benar-benar damai satu dengan lainnya, tingkat kenyamanan pasti terlihat. Mereka tidak akan berpikir soal iri dan posesif. Mereka hanya nyaman satu dengan lainnya.
Nyaman dengan keheningan

Beberapa orang bahagia dan nyaman dengan berdiam satu sama lain. Anda tidak perlu mengeluarkan kata-kata. Cukup duduk bersebelahan selama berjam-jam sambil berpegangan tangan, itu bisa membuat Anda dan pasangan bahagia.
Melakukan hal bersama

Ada juga yang bahagia ketika bisa melakukan hal bersama-sama. Mereka mendaftarkan kelas salsa bersama, pergi nonton bersama, belanja hingga makan malam bersama. Ini menunjukkan, pasangan ini bahagia bila bisa selalu menghabiskan waktu bersama sebanyak mungkin.
Bersabar

Jika seorang suami menunggu istrinya selama satu jam untuk menjemputnya dan bisa melupakan kejengkelan itu saat melihat istrinya, itu artinya mereka pasangan yang bahagia. Begitun pula, ketika seorang istri rela menempuh perjalanan 20 kilometer untuk sekadar mengejar makan siang bersama suami, maka mereka benar-benar jatuh cinta.
Menerima perbedaan

Pasangan tidak harus selalu memiliki pikiran yang sama tentang segala hal. Hidup akan membosankan jika seperti itu. Tapi trik bahagianya adalah, menerima perbedaan dan menemukan kompabilitas sendiri. Jika dia suka golf, biarkan dia bermain golf. Berada di sana untuk menghiburnya untuk membuat dia bahagia.

Catatan: Tidak mudah untuk menjadi pasangan bahagia tetapi ketika Anda melihat satu, cobalah belajar dari mereka dan bukannya menjauh. Semoga bermanfaat! 

Sumber :

7 Hal kecil! Harus diperhatikan dalam pernikahan

Anda mungkin sudah tahu bahwa masalah keuangan, mertua yang ikut campur, atau adanya orang ketiga berpotensi menghancurkan rumah tangga. Tapi di luar hal-hal ekstrem itu, ternyata banyak hal kecil dalam pernikahan yang justru bisa lebih berbahaya.


1. Komunikasi digital
Mengirim SMS, BBM, WhatsApp, atau bahkan email, memang lebih cepat dan praktis dibanding menelepon atau bertemu langsung. Apalagi jika Anda berdua sama-sama sibuk. Namun penelitian yang dilakukan Oxford University menemukan bahwa semakin sering pasangan berkomunikasi secara digital, semakin mereka tak puas dengan pernikahannya.

Jenev Caddell, PsyD, ahli psikologi pernikahan, mengatakan bahwa teknologi memperlancar komunikasi, tapi tidak memuaskan secara emosi. Untuk mengatasinya, pastikan bahwa komunikasi digital dilakukan hanya untuk hal-hal rutin saja. Sedangkan untuk hal-hal penting, tetap bicarakan secara tatap muka. Simpan hal-hal menarik yang ingin Anda ceritakan untuk sesi khusus obrolan santai di akhir hari.

2. Hobi nonton film romantis
Banyak wanita senang nonton film romantis. Tapi hati-hati, jangan anggap serius film-film tersebut, karena riset menunjukkan bahwa pasangan yang percaya pada romansa ala film biasanya jadi tidak sepenuh hati menjalankan hubungan asmaranya sendiri. 

Dalam film, meski cobaan dan kesedihan melanda, selalu ada akhir yang bahagia dan mengejutkan. Tentu saja hal ini tidak terjadi di dunia nyata. Tidak semua lelaki bisa berlaku seperti pangeran impian, dan tidak semua pernikahan berjalan layaknya di film romantis. Gunakanlah film-film ini sebagai inspirasi bagi pernikahan Anda, tapi selalu ingat bahwa film hanya karya fiksi.

3. Kurang tidur
Riset yang dilakukan UC Berkeley menemukan bahwa sebagian besar pasangan bertengkar hebat dalam kondisi kurang tidur. "Jika Anda kurang tidur, konsentrasi akan menurun dan Anda tak bisa berpikir jernih," ujar Leslie Becker-Phelps, PhD, psikolog dan relationship expert untuk WebMD. Jadi lain kali, jika Anda sedang beradu mulut dengan suami, coba ajak dia baik-baik untuk membicarakan masalah ini besok pagi setelah terbangun dari tidur nyenyak.

4. Tak pernah bertengkar
Karena Anda tak pernah berantem dengan suami, bukan berarti semua baik-baik saja. "Yang juga tak pernah bertengkar adalah pasangan yang tak jujur kepada satu sama lain," ujar Dr. Becker-Phelps. Bertengkar sesekali, menurut penelitian Universitas Michigan, justru baik untuk kesehatan. Karena jika ada masalah dan hanya dipendam saja, hormon stres akan meningkat tajam dan memicu penyakit fisik.

Namun bukan berarti Anda harus membesar-besarkan hal kecil dan membuatnya jadi pertengkaran. Cukup saling jujur dan terbuka saja, bicarakan semua hal yang mengganggu pikiran Anda. Jika Anda kurang suka dengan kebiasannya melempar baju kotor sembarangan, alih-alih dipendam bertahun-tahun hingga akhirnya meledak jadi pemicu pertengkaran saat Anda sedang sensitif, lebih baik bilang baik-baik pada suami. Katakan bahwa Anda mencintainya, namun Anda akan lebih bahagia jika ia menyimpan baju kotornya di keranjang yang sudah disediakan.

5. Masalah rumah tangga teman
Penelitian menunjukkan bahwa perceraian cenderung mewabah dalam lingkaran sosial, keluarga, bahkan tempat kerja. Jika suami teman Anda ketahuan berselingkuh, tanpa disadari Anda akan mulai bertanya-tanya apakah hal yang sama mungkin terjadi pada suami Anda. Terlebih jika Anda memiliki sejumlah teman yang bercerai, karena ini membuat Anda berpikir pada perceraian adalah salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan. 

Bukan berarti Anda harus meninggalkan teman yang rumah tangganya bermasalah. Tentu saja tidak. Cukup tingkatkan kesadaran diri bahwa pernikahan setiap orang berbeda-beda, karena terdiri dari dua orang yang memiliki nilai moral dan kepribadian yang berbeda pula. Apa yang terjadi pada rumah tangga sahabat Anda tak bisa dibandingkan dengan rumah tangga Anda.

6. Melupakan kencan
Banyak pasangan setelah menikah, apalagi punya anak, berhenti meluangkan waktu untuk kencan berdua saja. Padahal berkencan sangat penting untuk menghangatkan hubungan, untuk beristirahat sejenak dari berbagai kewajiban rumah tangga, mengurus rumah, mengurus anak, dan sebagainya, dan mengingatkan diri bahwa pernikahan bukan sekadar "pekerjaan", tapi komitmen yang didasari rasa cinta.

Tak perlu merencanakan liburan atau bulan madu kedua ke tempat yang jauh-jauh. Berkencan sebaiknya malah dilakukan sering dan rutin, misalnya setiap malam minggu, persis seperti waktu Anda masih berpacaran.

7. Terlalu banyak minta maaf
Jika Anda memang melakukan kesalahan, minta maaf memang sudah sewajarnya. Yang berbahaya adalah jika Anda atau suami adalah tipe yang meminta maaf hanya supaya pertengkaran berakhir. Padahal bisa jadi pihak yang meminta maaf tersebut tidak tahu kesalahan apa yang dia lakukan, atau bahkan tahu tapi tidak mengerti kenapa itu jadi kesalahan di mata pasangannya.

Yang lebih berbahaya adalah jika Anda atau pasangan gemar meminta maaf hanya karena malas bertengkar, tapi dalam hati memendam kesal. Yang terbaik adalah selalu memberi tahu pasangan apa yang Anda rasakan. Jika Anda senang melakukan A, tapi dia tak suka, jangan langsung meminta maaf dan memendam kecewa. Bicarakan pada pasangan kenapa Anda senang melakukan A, dan minta dia untuk mengerti, atau setidaknya cari jalan tengah yang sama-sama menguntungkan.


Sumber :





BFF (best friend forever)






Orang bilang, sahabat adalah keluarga yang kita pilih. Kita nggak bisa memilih dilahirkan dari keluarga mana, kita nggak bisa memilih orangtua dan saudara kita, tapi kita bisa memilih sahabat kita.

Saya bertemu BFF (best friend forever) saya pertama kali pada saat kelas enam SD. Waktu itu kami berada dalam sebuah kompetisi, saling memperhatikan satu sama lain (atau saya saja, sih. Dia terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk maju ke putaran berikutnya), dan kebetulan banget, kami berdua lolos sebagai wakil wilayah untuk tahap berikutnya. 

Saya pikir itu semua akan selesai ketika kompetisi berakhir. Ternyata saya meremehkan kekuatan takdir. Siapa yang menyangka, satu tahun kemudian, kami bertemu lagi dan sejak saat itu dia bagaikan permen karet yang menempel di alas sepatu flat saya: lengket dan susah dilepaskan. Sampai sekarang, 19 tahun kemudian.

Kalau saja ada penelitian yang merumuskan tanda-tanda apakah kita telah menemukan "Sahabat Terbaik Dalam Hidup Kita", saya yakin mayoritas tanda-tandanya ada pada kami berdua. Sementara saya belum menemukan penelitiannya, jadi saya buat daftarnya sendiri (yang merupakan justifikasi bahwa kami berdua benar-benar BFF).

1. Ingat nggak, kita dan BFF dulu sering berpikir untuk tumbuh dewasa bersama?
Saya dan BFF memilih SMA dan universitas yang sama (untungnya diterima — pfiuh). Sekarang, bekerja di tengah kota dengan kantor yang nggak terlalu jauh. Beberapa kali kami duduk bersisian, menatap langit ibu kota, sambil bertanya satu sama lain: "Pernah terbayang nggak sih, dulu kita pernah bermimpi menjadi kita yang sekarang — dan sekarang kita menjadi apa yang kita impikan?" Yes dear, kita dan BFF tumbuh dewasa bersama dan mengejar mimpi bersama karena...kita adalah sahabat sehidup semati.

2. Dia bisa dipercaya dan loyal
Ketika kita memberikan pengakuan (terdalam, terkelam, terbahagia — apa pun), kita bisa memberitahunya tanpa perlu merasa takut akan dicap jelek atau takut suatu hari dia akan bergosip di belakang kita. 

3. Memiliki guilty pleasure yang sama 
Seperti misalnya mengomentari akun Instagram seseorang. Atau menonton program gosip di televisi yang sedang membahas hal tidak penting. Orang yang nggak kita kenal. Membuang waktu. Tapi menyenangkan. Dan kita akan membawa rahasia ini sampai dunia berakhir. 

4. Kita berdua bisa menjadi sepasang mata-mata dan agen rahasia papan atas
Karena bisa berkomunikasi hanya dengan tatapan mata. Malah kadang-kadang bisa membaca pikiran satu sama lain. Atau dia bisa menyelesaikan kalimat yang sedang kita katakan — bahkan belum keluar dari mulut kita. Iya, segitunya. 

5. Saling mendukung satu sama lain
Dalam hal baik dan buruk. Baik dalam hal penting maupun hal yang nggak masuk akal sekalipun. Kalau hal yang penting sih, memang sudah sewajarnya. Tapi untuk hal yang nggak penting? Seperti misalnya ketika saya sedang terjebak lembur di kantor dan dia mengirimkan pesan.

BFF: Di mana?
Saya: Kantor. Lembur. Lo di mana?
BFF: Udah di rumah, lagi tiduran. Eh tapi bentar lagi sibuk sih.
Saya: Sibuk apaan?
BFF: Sibuk bikin bom buat dilempar ke bos lo yang udah bikin anak buahnya lembur di Jumat malam.


6. Dia bahagia melihat kita sukses dan begitu pula sebaliknya
Ketika saya bilang bahwa saya mendapatkan promosi di kantor, dia adalah orang pertama yang memberikan selamat dan berkata bahwa dia bangga kepada saya. Dan sebaliknya, ketika akhirnya dia diterima di sebuah perusahaan multinasional di ibu kota, saya adalah orang yang berteriak paling kencang. Dan kebahagiaan tersebut datang dari hati — tulus, nggak kayak teman artifisial lainnya.

7. Perdebatan paling signifikan adalah ketika BFF memilih Britney Spears dan saya memilih Christina Aguilera
Dan sampai umur segini, perdebatan kami tidak pernah terlalu serius: BFF pilih Ian Harding, sementara saya pilih Ian Somerhalder. Our First World problem.

8. Nggak malu untuk bersikap bodoh dan kekanak-kanakan
Karena kita sudah mencapai tahap nyaman bersama dia sampai nggak peduli bahwa dengan yang kita lakukan dan katakan di depannya. BFF saya memiliki gelar berstatus cum laude dengan IPK nyaris sempurna, tapi di depan saya dia berubah seperti Patrick ketika bercakap-cakap dengan Spongebob. Lupa kalau memiliki kapasitas otak yang cukup untuk melakukan pembicaraan yang layak.

9. Kode etik BFF — yang jelas-jelas diciptakan sendiri, untuk kepentingan kita sendiri
Percakapan di suatu siang:
Saya: Ih, males banget, deh. Dia nge-add gue di Path.
BFF: Seriusan?? Ih nyebelin banget, sih. Di-block aja bisa nggak?
Saya: Lo kan nggak kenal dia. Ketemu juga nggak pernah. Kenapa ikut-ikutan sebel, sih?
BFF: Kode etik BFF, tau. Sebal kepada siapa pun yang disebelin sahabat. Nggak perlu pakai alasan. Apalagi logika.


Kalau Anda bagaimana? Sudah menemukan tanda-tandanya?


Sumber :



PPC Iklan Blogger Indonesia

BISNIS ONLINE JOIN FREE

bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
 

© Copyright Shelintas ID 2010 -2011 | Design by Anton Sitya | Published by ILmuKita_Pacitan Templates | Powered by Blogger.com.