Media Informasi baru

Blibli
News Update :
Blibli

Pages

PPC Iklan Blogger Indonesia

Pentingnya Pendidikan Tata Susila

Monday, June 18, 2012




Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar , hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus di bentuk.

Dari keterangan diatas mengenai pendidikan di dalam kehidupan ini sebagai pencetak tunas muda harapan karena dengan adanya pendidikan, anak – anak Indonesia ini akan bias menjadi lebih pintar dan cerdas. Pendidikan itu tidaklah mengenai satu hal saja, melainkan pendidikan masalah – masalah yang mengajarkan pola hidup di dalam bermasyarakat kelak. Karena dari itu kita harus mendukung usaha para pendidik untuk selalu berjasa di dalam melakukan kegiatan mengajar dalam kehidupan sehari – hari.
Meski di akui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus di tata, di siapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada problemmatika (permasalahan) klasik dalam hal ini yaitu kwalitas pendidikan. Problemmatika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahanya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus di awali.
Pendidikan. Sering kita mendengar kata istilah tersebut. Bahkan di pelosok negeri hampir semua kenal dengan yang namanya pendidikan. Di negeri kita ini pendidikan sangatlah penting bagi semua orang, baik anak – anak, remaja, sampai orang dewasa. Dan saat kita duduk di bangku SD ( Sekolah Dasar ), kita pasti sudah diajarkan tentang pelajaran tata susila dan budi pekerti, serta kita diajarkan tentang norma – norma didalam kehidupan sehari – hari, dan pelajaran tersebut berguna bagi semua anak untuk menjadi pedoman saat anak tersebut menjadi orang dewasa dan didalam hidup bermasyarakat.
Para guru pendidik di pelosok negeri ini pastinya sudah mengajarkan dasar dari sifat – sifat yang pantas dilakukan dan yang tak pantas dilakukan. Semua itu dilakukan demi menciptakan generasi penerus yang mengerti akan norma – norma yang berlaku didalam kehidupan. Seperti yang kita ketahui jikalau seseorang sudah bisa mengerti apa maksud dari masalah tersebut, bisa mengamalkan semua maksud / inti dari pelajaran tersebut pastinya akan bisa lebih mudah menjalani kehidupan sehari – hari dengan perilaku – perilaku yang pantas untuk dilakukan.
Sayangnya pelajaran tersebut , jarang di antara kita yang bisa mempelajari maksud dari pelajaran tersebut dan mengamalkan sifat – sifat / norma – norma dari pada maksud pelajaran tersebut. Mengapa hal demikian bisa terjadi ? padahal di saat seseorang masih duduk di bangku SD ( Sekolah Dasar ) / sederajat, pendidikan masalah budi pekerti sudah diajarkan. Bahkan demua guru pendidik di seluruh negeri ini sudah mengajarkan tata susila tersebut hampir setiap waktu disaat pelajaran di kelas sedang dilaksanakan.
Pentingnya pendidikan tentang tata susila di dalam kehidupan ini harus dimulai sejak dini sampai dewasa, karena didalam masa seperti sekarang ini emosi lebih diutamakan dari pada akal pikiran. Bukan hanya seorang pelajar SD / SMP, tetapi didalam dunia PT ( Perguruan Tinggi ) dan di dalam kehidupan bermasyarakat, sering menggunakan otot dari pada akal pikiran didalam menyelesaikan sebuah masalah. Contoh permasalahan dari dunia pendidikan yaitu, perkelahian siswa SD, SMP, dan masalah tawuran antar Mahasiswa sampai demo dari kalangan Mahasiswa yang berbuntut kekerasan dan mengakibatkan salah seorang dari Mahasiswa tersebut tewas.
Selain itu, berita – berita mengenai tindakan – tindakan kriminalitas sering terdengar. Contohnya : penggunaan narkoba dan kenakalan remaja disaat ini. Dan pelakunya rata – rata dilakukan oleh golongan terpelajar. Pada masa seperti saat ini pendidikan yang mengajarkan mengenai pelajaran tata susila dan moral perlu diajarkan sejak dini, agar generasi penerus bangsa ini tidak salah jalan didalam menjalani kehidupan ini. Serta menjadikan seorang pelajar menjadi seorang yang sopan santun, berbudi luhur, serta beriman kepada Tuhan yang maha esa.
Pendidikan Nasional yang bermoral sangatlah penting dalam kehidupan ini. Pendidikan ini pada hakikatnya adalah alat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang bermoral dan yang berkwalitas unggul. Pendidikan Nasional selama ini telah mengenyampingkan banyak hal. Seharusnya Pendidikan Nasional kita mampu menciptakan pribadi generasi penerus yang bermoral, mandiri, matang, dewasa, jujur, berakhlaq mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, tahu malu, dan tidak arogan, serta mementingkan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.
Dalam pendidikan perlu ditanamkan sejak dini bahwa keberadaan seseorang pribadi,jauh lebih penting dan tentu tidak persis sama dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang dilakukannya. Sebab manusia tidak sekedar pemilik kekayaan dan juga menjalankan suatu fungsi tertentu.
Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia ,dalam arti membantu manusia lebih manusiawi,lebih berbudaya sebagai manusia yang utuh berkembang.
Menurut Ki Hajar Dewantoro menyangkut daya cipta, daya rasa, dan daya karsa.
Pendidikan dan pembelajaraan hendaknya dikembalikan kepada aspek –aspek kemanusiaan yang perlu ditumbuh kembangkan pada diri peserta didik.
Yang diutamakan sebagai pendidik pertama tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan , baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar.
Pendidikan hendaknya membantu peserta didik untuk menjadi merdeka dan independent secara fisik , mental dan spiritual.
Akhirnya kita perlu menyadari bahwa tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia muda . pendidikan hendaknya menghasilkan pribadi – pribadi yang lebih manusiawi , berguna dan berpengaruh di masyarakatnya ,yang bertanggung jawabatas hidup sendiri dan orang lain ,yang berwatak luhur dan berkeahlian.

Pendidikan Tata Susila

Boyolali, CyberNews. Banyaknya kasus pencabulan dan pelecehan seksual yang menimpa pelajar membuat prihatin masyarakat. Seperti dua kasus di Kecamatan Wonosegoro dimana korban dan sebagian pelakunya adalah anak sekolah. Untuk itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) diingatkan agar mengedepankan perlunya kembali pelajaran budi pekerti.
"Saat ini anak cenderung kurang mampu bersopan santun," ujar Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2 TP2A) Kabupaten Boyolali, Atik Subowati, Kamis (26/8).
Dia menilai, pendidikan budi pekerti dalam proses belajar mengajar sekarang masih kurang. Akibatnya, anak kurang memahami tentang  arti budi pekerti dan sopan santun sekaligus cenderung untuk melakukan tindakan negatif.
Kondisi ini berbeda dengan  kurikulum  pada waktu dulu dimana pendidikan budi pekerti sangat ditekankan di sekolah. Dampak posotifnya, kelakuan anak sekolah zaman lebih  sopan santun sekaligus tidak terjadi kasus kekerasan.
"Dulu jarang dan hampir tidak ada kasus  pelecehan seksual yang dilakukan anak sekolah. Namun sekarang hampir setiap  saat terjadi pelecehan seksual, bahkan di Boyolali bagian utara yang notabene daerah pelosok pun bisa terjadi kasus
tersebut," katanya.
Pihaknya juga meminta orang tua murid untuk terus mengawasi dan memantau kegiatan anak-anaknya dalam kegiatan seharí – hari. Jangan sampai anak sekolah dibiarkan begitu saja sehingga  akan mendapat pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan mereka.
"Orang tua harus memperingatkan kalau anaknya pulang sekolah terlambat tanpa ada pemberitahuan. Juga harus berani bertanya kepada anaknya pergi kemana dan siapa temannya," tuturnya.
Dengan langkah tersebut, lanjut Atik, bakal bisa meminimalikan kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Selain itu pengaruh globalisasi informasi juga sangat berpengaruh terhadap pemikiran anak. "Kalau anak tidak dibentengi iman dan budi pekerti luhur, akibatnya bisa fatal," tegasnya.
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

PPC Iklan Blogger Indonesia
 

© Copyright Shelintas ID 2010 -2011 | Design by Anton Sitya | Published by ILmuKita_Pacitan Templates | Powered by Blogger.com.