Media Informasi baru

Blibli
News Update :
Blibli

Pages

PPC Iklan Blogger Indonesia

Pendidikan anak jalanan

Thursday, December 6, 2012



Pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu nyawa merdekanya negara ini,tanpa pendidikan semua tak akan bisa berkembang dengan baik,dari hal terkecil sampai hal besar. Seperti halnya berbicara,kita tak akan mampu bertutur kata yang sopan dan baik tanpa ada didikan dari orang-orang sekitar kita, tidak akan mampu menulis, membaca, menghitung dan mendapatkan berbagai pengalaman.


          Bahkan merdekanya negara Indonesia juga berkat adanya pendidikan. Mengapa dulu  kita dijajah dan tak berdaya untuk melawan????karena belum mengenal dengan namanya pendidikan, kita belum bisa berfikir jauh bagaimana merancang trik-trik atau strategi untuk melawan penjajah dan merebut semua yang menjadi hak kita, namun dengan adanya pendidikan untuk anak-anak bangsa, negara kita bisa merdeka dan dapat mengikuti arah globalisasi hingga sekarang bahkan banyak anak-anak bangsa yang berprestasi dan mengembangkan bakat yang ada pada diri mereka.
            Tapi bagaimana dengan anak-anak bangsa seperti anak-anak jalanan yang sebenarnya mempunyai kemampuan dan kemauan tapi tidak bisa untuk mendapatkan pendidikan yang semestinya???apakah sebenarnya mereka tidak layak untuk mendapatkan semua itu????apakah mereka harus terus hidup dalam keterpurukan, kebodohan dan menjadi manusia yang awam??????itu sungguh menjadi prihatin kita.
            Memang, kita sudah mendengar pemerintah telah merencanakan progam-progam pendidikan yang bisa diikuti seperti paket A,B dan C dan progam-progam khusus lainnya namun,  masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya misal lokasi atau tempat untuk progam tersebut,visi dan misinya pun masih setengah hati buktinya apakah pemerintah selalu mengamati atau memperhatikan perkembangan pendidikan anak jalanan seperti layaknya anak-anak sekolah formal yang membutuhkan banyak uang untuk pengembangannya???saya berharap jawabannya “belum” bukan “tidak” karena kita sama-sama berharap pemerintah akan lebih memperhatikan pendidikan bagi mereka, seperti halnya yang telah tercantum dalam undang-undang dasar pasal 28 C yang menyebutkan bahwa “setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”(ayat 1) dan “setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya”(ayat 2) serta pasal 31 yang berbunyi “ setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.”(ayat 1),” setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”(ayat 2), disini jelas anak-anak jalanan sangat berhak mendapatkan pendidikan dan berhak mengembangkan dirinya, selain itu mereka juga berhak mendapatkan pembiayaan dari pemerintah. Memang pemerintah sudah melaksanakan progam-progamnya yang berhubungan dengan hal itu,tapi alangkah baiknya jika progam-progam itu dibarengi dengan perhatian yang berkelanjutan, tidak hanya terima jadinya saja, sehingga pemerintah tidak mengetahui adanya kekurangan dalam proses pendidikan itu sendiri, siapa tahu dengan mereka dididik dengan baik, diantara mereka akan membawa perubahan bagi bangsa dan agama yang sekarang ini mengalami berbagai krisis dan permasalahan, mungkin saja mereka akan menjadi presiden atau mentri negara kita, menjadi pemimpin-pemimpin negara??? mengapa tidak?tak ada yang tidak mungkin bukan???? bukankah itu menjadi suatu kebanggaan tersendiri? nasib orang siapa yang tahu..bisa saja keberuntungan berpihak pada mereka. Alangkah baiknya jika ada instansi khusus yang menangani progam tersebut untuk anak-anak jalanan.
            Sayangnya sekarang ini uang yang berbicara, semakin tinggi pendidikan yang ingin diraih harus siap isi dompet lebih tebal untuk meraihnya. Dari hasil pengamatan teman saya kebanyakan anak-anak jalanan kesulitan untuk mendapatkan pendidikan karena faktor ekonomi yang tidak memadahi, padahal banyak diantara mereka yang mempunyai semangat dan potensi yang tinggi, dari usia dini, TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Sayang bukan jika keinginan mereka tidak diindahkan??pernah ditemui seorang anak bernama bayu, dia harus berhenti dari bangku SMP karena dipaksa ayahnya untuk bekerja dipabrik plastik alasannya karena kepentok ekonomi keluarga yang tidak mencukupi, ada juga adanya diskriminasi dari “big boz”anak jalanan itu sendiri dan kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi mereka,mingkin saja masih banyak faktor yang lain.
            Maka dari itu alangkah baiknya kesadaran untuk membantu pendidikan bagi anak-anak jalanan kita mulai dari diri kita sendiri lebih dahulu, jika itu sudah tertanam pada diri kita, kita menggagas subuah ide barulah kita dapat bekerja sama dengan instansi atau kelompok yang diharapkan mampu mengedepankan pendidikan terutama bagi anak yang benar-benar kurang mampu dan anak jalanan, dengan berbekal pendidikan,kreatifitas serta berusaha berfikir cerdas mereka tidak akan kalah dengan teman-teman mereka yang berada didunia formal, dengan begitu harapan anak-anak bangsa khususnya anak jalanan masih bisa terealisasi, tidak cuma itu, jika progam itu berhasil dan anak-anak jalanan yang telah dididik bisa membawa perubahan dari bekal yang telah mereka dapat maka secara tidak langsung akan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia atau setidaknya mereka akan terbantu untuk berfikir lebih kreatif untuk kelangsungan hidup mereka nanti kedepannya dan tidak akan mudah dibodohi.
            Dari hasil pendidikan yang telah kita dapat sedikit apapun itu bukankah akan terasa lebih bermanfaat jika kita amalkan?? terlebih untuk orang yang sangat membutuhkan, dalam Al-Hadist dan Al-Qur’an juga dianjurkan untuk mengamalkan ilmu, memang pada akhirnya pekerjaan dan materi sangat kita perlukan tapi tidak selamanya kita hanya mencari materi, materi dan materi, bukankah itu juga merupakan suatu wujud rasa syukur kita kepada Allah dan tentunya termasuk salah satu ibadah.
            Pendidikan yang kita berikan tidak hanya melalui materi pelajaran, tapi juga bisa dengan perhatian,kasih sayang, pendidikan akhlaq, mengaji, pengalaman yang pernah kita dapat, seni, olahraga, teknologi, belajar melakukan hal-hal yang kreatif seperti mengolah bahan-bahan bekas menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali dan hal-hal lain yang bersifat positif.
            Memang sampai sekarang ini mungkin sudah banyak dari perorangan atau instansi yang berusaha membantu pendidikan anak-anak jalanan tapi banyak dari mereka yang setengah hati melakukannya, sehingga pendidikan yang mereka terima tidak bisa maksimal, atau tidak terealisasi karena berbagai faktor, seperti imagenya kurang alias gengsi mengurusi anak jalanan apalagi tentang pendidikan, tidak adanya lokasi atau tempat mengajar, meskipun ada seperti balai RW/ gedung kartar tapi proses birokrasinya yang ribet alias mbulet ,harus beginilah begitulah tapi ujung-ujungnya uang juga yang diminta, tidak adanya toleransi atau keinginan yang keras untuk mencerdaskan anak bangsa, dan mungkin masih banyak faktor lain.
            Sangat disayangkan sering kali image anak jalanan dicap sebagai anak buangan, rendah, tidak punya etika dan cenderung menuju kekerasan, apalagi masalah pendidikan kerap digampangkan, padahal sebenarnya bukan cercaan itu yang harus mereka terima dan butuhkan, justru orang-orang yang pedulilah yang akan menolong mereka menghilangkan image itu, karena pada dasarnya derajat  semua manusia dihadapan Tuhan itu sama, tidak melihat status sosial yang dimiliki, karena apa yang kita miliki hanyalah titipan sementara dari Tuhan. Sebagai masyarakat yang baik dan anak terpelajar yang inginkan majunya pendidikan terutama untuk anak jalanan tugas kita adalah menghilangkan image buruk itu, ikhlas setulus hati membantu,bertanggung jawab serta selalu menjaga komunikasi dengan mereka, dengan begitu mereka perlahan akan menerima visi dan misi kita dalam mencerdaskan anak jalanan itu.
            Jika kita ukur sudah cukupkah kebutuhan kita sebelum membantu orang lain maka itu tidak akan pernah menemukan titik ujung, karena pada dasarnya manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang telah dimiliki, merasa dirinya selalu kurang, maka dari itu sekecil apapun yang kita miliki alangkah indahnya jika kebahagiaan kita dapat membawa kebahagiaan juga bagi orang lain.
            Jika ada kemauan untuk membantu pendidikan anak jalanan baik dari perorangan atau instansi kita dapat menanyakan tahapan prosesnya pada dinas pendidikan setempat, agar mereka yang mengikuti progam tersebut terdaftar didinas pendidikan setempat, sehingga membantu memudahkan proses belajar mengajar dan diakui secara resmi oleh pemerintah, dengan begitu ijazah yang mereka dapatkan dari hasil belajar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
            Lalu bagaimana dengan pelaksanaan ujian dan kegunaan ijazah yang mereka terima???apakah sama dengan yang formal??
            Berdasarkan pengalaman teman saya yang juga ikut andil dalam pengembangan pendidikan anak jalanan pada saat UNAS lokasi ujiannya ditempatkan disalah satu SMUN dikota masing-masing dan diawasi seperti UNAS umum juga, ijazah mereka diakui pemerintah dan bisa dipertanggung jawabkan, untuk progam pendidikan paket kejar yang juga sebagian pesertanya anak jalanan, ada yang dihandle oleh sekolah-sekolah yang ditunjuk tapi ada pula yang bukan, walaupun begitu status mereka tetap terdaftar didinas pendidikan setempat.
Nah pemerintah juga memberlakukan sanksi bagi perusahaan yang menolak ijazah mereka, perusahaan bisa dikenakan sanksi kurungan dan membayar denda, visi dan misi pendidikan kejar paket membantu masyarakat yang membutuhkan pendidikan dan ijazah resmi, contoh: jika kita pernah sekolah SMP, namun tiba-tiba ada bencana alam atau kebakaran , otomatis ijazah kita hilang, solusi untuk mendapatkan ijazah lagi yaitu dengan mengikuti sekolah kejar paket, ijasah tersebut bisa digunakan untuk menempuh jenjang kuliah, paling banyak kuliah di Universitas Terbuka, sekolah kejar paket bisa disebut juga sekolah terbuka, siswa yang mengikuti sekolah tersebut berbagai macam profesi, ada yang dari TNI, PNS, atau masyarakat umum. Dulu untuk mendaftar TNI hanya dibutuhkan ijazah SMP saja, untuk naik jenjang jabatan atau karir, mereka wajib mempunyai ijazah minimal SMU akhirnya ada yang mengikuti progam sekolah kejar paket demi masa depan.
Untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan untuk menerapkan progam tersebut maka kita perlu memberikan wawasan kepada peserta didik tentang ijzah, dan tidak perlu khawatir mengenai keabsahan dan kegunaan ijazah yang akan mereka dapat nantinya.

MAJULAH PENDIDIKAN INDONESIA, MAJULAH ANAK BANGSA, MAJULAH NEGARA KITA!!!!!
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

PPC Iklan Blogger Indonesia
 

© Copyright Shelintas ID 2010 -2011 | Design by Anton Sitya | Published by ILmuKita_Pacitan Templates | Powered by Blogger.com.